Rabu, 13 Juli 2011

Sukses karena gagal

Seorang temanku mengomentari diskusi kami lewat media elektronik ini :
Saya berpendapat bahwa orang yang sukses ialah orang yang mampu bersyukur di tengah suasana apa pun yang ia hadapi.
tetapi kawan ini berpendapat lain. ORANG SUKSES yang saya maksudkan di sini bukan mereka yang baru dapat "NASIB BAIK" terjaring dalam "PEMILU CALEG atau PILKADA" lantas mendadak berdompet tebal dan bergaya hidup "hedonis" . Namun mereka adalah Orang-orang sukses yang lebih suka BERBUAT BANYAK daripada ORANG KEBANYAKAN yg suka BERBICARA BANYAK dan lebih banyak berusaha MENINGKATKAN KAPASITAS DIRI melalui belajar dari kegagalan dari pada MENGUMBAR pisik agar DIANGGAP MEMILIKI KEKUATAN.
Kesuksesaan mereka bukan BENTUK KEBANGGAN atas STATUS SOSIAL atau KEBANGGAAN MATERIAL, karena KARIR mereka di AWALI dengan CEMOHAN, LEDEKAN dan HINAAN sebagai orang "BODOH" dari ORANG2 KEBANYAKAN. Namun mereka berhasil membuktikan 'kebodohan mereka" sebagai suatu cara yang berbeda dari ORANG KEBANYAKAN dalam usaha mencapai KESUKSESAN. Mereka membuktikan melalui "KEBODOHAN" mereka dapat mengalahkan semua rintangan dan kesulitan yang menghalangi mereka menuju keberhasilan, dan JADILAH mereka "ORANG ORANG yang dianggap BODOH" namun SUKSES menjadi MANUSIA JENIUS dan SMART dengan diikuti PENGHASILAN FINANCIAl yang lebih MAPAN dan SUSTAINABLE ketimbang yang dilakukan oleh ORANG KEBANYAKAN yg suka instant, hedonis dan senang bermimpi..............

1) Bill Gates
William Henry Gates III alias Bill Gates adalah orang terkaya dunia selama 13 tahun berturut-turut sejak 1995 sampai 2007. Dia adalah ketua umum perusahaan perangkat lunak Amerika Serikat, Microsoft Corp. Pada dasarnya, si Bill Gates ini memang anak yang cerdas. Gates belajar di Lakeside School, sekolah elit yang paling unggul di Seattle, dan meneruskan berkuliah di Universitas Harvard.
Lalu kenapa orang meledek dia bodoh? Karena Bill Gates gagal menyelesaikan kuliahnya di Harvard dan harus di DO alias Drop-Out. Saya ulangi.. di DROP-OUT! Tidak usah jauh-jauh lah, bayangkan saja apa kata orang tua dan orang-orang di sekitar anda bila anda harus kena DO dari kampus. Pasti banyak bunyi sumbang seperti: ‘Ah dasar memang dianya malas’, ‘Ah dasar memang dia bodoh’, ‘Ah, dasar memang dia ndak bakat jadi orang sukses’ dan lain-lain. Itu karena kebanyakan orang berkuliah bukan untuk mendapat ilmu, tapi untuk dapat titel. Bill Gates, harus mengorbankan kuliah dan kesempatannya mendapat titel untuk fokus kepada penulisan Microsoft BASIC, bahasa komputer terjemahan yang utama untuk sistem operasi komputer MS-DOS, yang akhirnya menjadi kunci pada kesuksesan Microsoft. Sekarang, jumlah kekayaan Bill Gates diperkirakan sebesar 18 trilliun dollar, yang belum juga bisa dibandingkan dengan pendapatan 20 orang pejabat korup terhormat dengan titel-titelnya yang sepanjang 10 senti.. Makan tuh titel.

2) Adam Khoo
Si Adam Khoo ini adalah seorang berkebangsaan Singapura. Beda dengan Bill Gates, si Adam Khoo ini memang terkenal ‘batu’, terutama dalam hal akademis. Saking gebleknya, dia sudah dikeluarkan dari sekolah di kelas 4 SD. Sesusah apa sih pelajaran di kelas 4 SD sampai harus dikeluarkan? Jadinya dia masuk ke SD terburuk di Singapura untuk terus melanjutkan sekolah. Saat pendaftaran masuk SMP, dia ditolak oleh enam SMP terbaik di sana. Akhirnya, lagi-lagi dia harus masuk ke SMP terburuk di Singapura untuk melanjutkan sekolah. Dengan prestasi akademis yang kerdil ini, wajar saja dia menjadi bahan tertawaan teman-teman sejawatnya waktu itu.
Tapi kekurangaanya di dunia akademis tidak membuntukan ketajamannya di bidang bisnis. Adam Khoo memulai bisnisnya sejak umur 15 tahun. Kini dia bergerak di bidang bisnis training dan seminar. Bahkan di saat usianya baru 22 tahun, Adam Khoo sudah menjadi trainer tingkat nasional di Singapura dengan bayaran $10.000 perjam! Bayangkan saja, di umur 22 tahun saat semua orang masih disibukkan dengan ngeband, kuliah, dan mendaftarkan diri di bank-bank swasta, Adam Khoo yang dibilang bodoh sudah menghasilkan 100 juta rupiah perjam! Kini di usia 26 tahun, dia telah memiliki empat bisnis dengan total nilai omset US$ 20 juta per tahun. Lalu bagaimana dengan teman-teman sejawatnya yang dulu meledek nilai akademis Adam? Menelan ludah! Makan tuh nilai akademis.

3) Mark Zuckerberg
Nama panjang orang ini memang bisa membuat lidah keseleo, jadi anda pasti setuju kalau saya cukup memanggilnya Mark saja. Nah, siapa si Mark ini? Anda pasti sudah akrab kan dengan situs jejaring sosial bernama Facebook tempat dimana anda berhubungan dengan kolega, atau tempat anda berusaha mencari jodoh, atau sekedar untuk memajang foto anda dengan narsisnya. Nah, Facebook adalah mesin pencetak uang bagi si Mark. Mark adalah pembuat situs Facebook dan sekarang masih menjabat sebagai CEO jejaring sosial tersebut. Mungkin anda pernah bertanya: “Kok Facebook didominasi warna biru mulu ya?” Itu karena si Mark ini ternyata buta warna hijau dan merah, dan warna terbaik yang bisa dia lihat hanya warna biru.
Lalu kenapa dia pernah dibilang bodoh? Karena si Mark nekat mengikuti jejak seniornya Bill Gates, yaitu di DO alias Drop-Out dari Harvard University. Tapi di DOnya dia bukan karena keasyikan dengan organisasi kampus atau sibuk ‘boya’ cewek-cewek junior, tapi sibuk mengembangkan situs jejaring sosial ini. Di saat teman-teman kampusnya masih sibuk dengan pertanyaan ‘Saya diterima kerja apa tidak ya?’, si Mark sudah menjadi milyarder termuda dalam sejarah, dan itu karena usahanya sendiri dan bukan karena warisan nenek moyang.

4) Thomas Alfa Edison
Kisah hidup Thomas Alfa Edison memang sangat mengharukan. Waktu kecil saya pernah meminjam buku otobiografi Thomas di sebuah perpustakaan umum, dan buku itu selalu berhasil membuat saya menangis. Karena selain kisahnya yang memang mengharukan, bukunya juga terlalu tebal hingga saya terkadang menangis karena kelelahan membaca..bleh. Siapa yang menyangka kalau sang penemu lampu adalah seorang yang agak tuli dan hanya mengenyam pendidikan formal selama 3 bulan? Ketika berumur 4 tahun, Thomas Alfa Edison pulang ke rumah dengan membawa secarik kertas dari gurunya. Ibunya kemudian membaca kertas tersebut: “Tommy, anak Ibu, sangat bodoh. Kami minta Ibu mengeluarkannya dari sekolah,”
Tapi apa yang terjadi? Dengan bimbingan Ibunya, Thomas Alfa Edison dengan leluasa dapat membaca buku-buku ilmiah dewasa dan mulai mengadakan berbagai percobaan ilmiah sendiri. Di usianya yang relatif muda, Thomas sudah berhasil mengukuhkan temuan-temuannya. Hingga akhir hayatnya, Thomas tercatat memegang rekor 1.093 temuan paten atas namanya. Penghasilannya dari temuan-temuan tersebut pun lebih dari cukup untuk mendirikan perusahanya sendiri. Pada tahun 1928 dia menerima penghargaan berupa sebuah medali khusus dari Kongres Amerika Serikat atas semua temuan-temuan yang telah dia patenkan. Lalu nasib si guru yang dulu mengatai Thomas bodoh lewat suratnya? Boro-boro dapat penghargaan, namanya pun tidak pernah terdengar.

5) Abraham Linoln
Abraham Lincoln juga adalah salah satu contoh orang yang sukses dalam meladeni kegagalannya. Bayangkan saja, beliau mengalami kegagalan demi kegagalan dalam hidupnya selama 20 tahun!

Gagal dalam bisnis pada tahun 1831.
Dikalahkan di Badan Legislatif pada tahun 1832.
Gagal sekali lagi dalam bisnis pada tahun1833.
Mengalami patah semangat pada tahun 1836.
Gagal memenangkan kontes pembicara pada tahun 1838.
Gagal menduduki dewan pemilih pada tahun 1840.
Gagal dipilih menjadi anggota Kongres pada tahun 1843.
Gagal menjadi anggota Kongres pada tahun 1848.
Gagal menjadi anggota senat pada tahun 1855.
Gagal Menjadi Presiden Pada Tahun 1856.
Gagal Menjadi anggota Dewan Senat pada tahun 1858.
Kira-kira apa yang akan terjadi pada anda bila mengalami kegagalan demi kegagalan terus menerus selama puluhan tahun? Saya pribadi cuma punya 2 jawaban: Menyerah, atau gila. Wajar saja banyak yang menganggap dia bodoh jika terus memaksakan dirinya berada di dunia politik. Tapi kegagalan Abraham Lincoln dalam dunia politik tidak lantas membuat dia menyerah dan membuka counter pulsa kecil (karena memang handphone saja belum ada), dia terus maju walaupun pada tahun 1836 pernah terpuruk karena kegagalan-kegagalannya. Abraham Lincoln berhasil menjadi presiden Amerika ke -16 pada tahun 1980 dan juga sebagai salah satu Presiden tersukses dalam memimpin bangsanya, menghentikan perang saudara Amerika, dan menghapuskan perbudakan.
Lalu apa yang bisa kita pelajari dari para ahli sukses di atas? Keberhasilan hanya bisa diraih dengan bertahan dari kegagalan. Dalam proses pencapaian kesuksesan, akan banyak rintangan dari luar, termasuk caci maki dari orang-orang anti-sukses disekitar anda. Tetaplah berani untuk menempuh jalan yang berbeda dari kebanyakan orang, dan tetap percaya pada potensi dan impian anda..
Maka sukses hanya soal waktu.

Selasa, 12 April 2011

Kiriman anakku

Siang ini aku buka email boruku, eehh dia kirim ini untukku.

A young wife sat on a sofa on a hot humid day,drinking iced tea and visiting with her mother. As they talked about life, about marriage, about the responsibilities of life and the obligations of adulthood, the mother clinked the ice cubes in her
glass thoughtfully and turned a clear, sober glance upon her daughter.

'Don't forget your sisters,' she advised, swirling the tea leaves to the bottom of her glass. 'They'll be more important as you get older. No matter how much you love your husband, no matter how much you love the children you may have, you are still going to need sisters. Remember to go places with them now and then; do things with them.'

'Remember that 'sisters' means ALL the women...your girlfriends, your daughters, and all your other women relatives too. 'You'll need other women. Women always do.'
What a funny piece of advice!' the young woman thought. Haven't I just gotten married?Haven't I just joined the couple-world? I'm now a married woman, for goodness sake! A grownup! Surely my husband and the family we may start will be all I need to make my life worthwhile!'

But she listened to her mother. She kept contact with her sisters and made more women friends each year. As the years tumbled by, one after another,she gradually came to understand that her mother really knew what she was talking about. As time and nature work their changes and their mysteries upon a woman, sisters are the mainstays of her life.
After more than 50 years of living in this world, here is what I've learned:
THIS SAYS IT ALL:
Time passes.
Life happens.
Distance separates.
Children grow up.
Jobs come and go.
Love waxes and wanes.
Men don't do what they're supposed to do.
Hearts break.
Parents die.
Colleagues forget favors.
Careers end.
BUT.........
Sisters are there, no matter how much time and how many miles are between you. A girl friend is never farther away than needing her can reach.
When you have to walk that lonesome valley and you have to walk it by yourself, the women in your life will be on the valley's rim, cheering you on,praying for you, pulling for you, intervening on your behalf, and waiting with open arms at the
valley's end.

Sometimes, they will even break the rules and walk beside you....Or come in and carry you out. Girlfriends, daughters, granddaughters, daughters-in-law, sisters, sisters-in-law, Mothers, Grandmothers, aunties, nieces, cousins, and extended family: all bless our life!

The world wouldn't be the same without women, and neither would I. When we began this adventure called womanhood, we had no idea of the incredible joys or sorrows that lay ahead. Nor did we know how much we would need each other.

Every day, we need each other still. Pass this on to all the women who help make your life meaningful.I just did. Short and very sweet:

There are more than twenty angels in this world. Ten are peacefully sleeping on clouds. Nine are playing. And one is reading her email at this moment.
Send this message to ten of your friends including me. If you get 3 replies, someone you love will surprise you.

Happy days!

Don't break this; it's working

Selasa, 05 April 2011

Renungan

RENUNGAN DALAM KERINDUAN ATAS JAWABAN DOA
Tuhan, tiga puluh enam tahun lalu,(2005) saya tidak pernah berpikir lagi tentang menikah apalagi akan memiliki anak . setelah saya pernah mengalami kegagalan cinta, selain tanggung jawab besarku membantu adek adekku sekolah sejak mama yang kami cintai kau panggil ke sisi Mu.
Dua tahun kemudian ternyata Tuhan padankan saya dengan seorang pria yang sebenarnya bukan kriteria yang pernah saya dambakan, semisal dapat bernyanyi, memainkan instrumen, aktivis gerja dan lainnya. Dialah suamiku yang setia menopang ,mendorong sekaligus mendidik saya menjadi lebih sabar, lebih kuat dan lebih tahan uji.
Karena suamiku yang sejak 31 tahun lalu tidak lagi dapat berperan sebagai pencari nafkah , campur aduk masalah yang harus kuhadapi.Kesehatan pysik nya yang rentan mempengaruhi kesehatan mental, membuat mudah tersinggung, sensitif dan peka terhadap semua situasi. Di satu pihak Dia menjadi figur ayah yang memimpin keluarga, di lain fihak Dia seorang yang lamban dalam mengambil keputusan , namun profil dan penampilan bagai Direktur perusahaan , selalu tampil rapih dan tidak pernah suka melihat ketidakteraturan.
Seiring berjalannya waktu, karir saya sebagai pegawai negeri menuntut waktu dan pikiran yang serius, persaingan yang besar selain perlakuan yang sering diskriminatif harus kuhadapi , tetapi peluang untuk maju terpampang di hadapanku. Terkadang suamiku cemburu…, berprasangka negatif jika saya sering pulang terlambat, bepergian ke luar kota dan tidak dapat menghubungi mereka dari jauh.( saat itu tidak ada handphone dan komunikasi masih terkadang sulit di daerah.
Tuhan , apa yang kau inginkan dariku? Mampukah saya melewati ini semuanya? Kebutuhan anak anakku harus kupenuhi, mereka harus sekolah , tidak ada yang dapat kuberikan selain kasih sayang , perhatian dan doa. Mereka kau titipkan kepada kami. Kami ingin mereka berhasil melewati masa masa sulit dalam hidupnya kelak. Tentang suamiku, Saya akan buktikan janjiku “ akan setia sampai maut memisahkan kami” Apapun keadaannya akan kubuktikan “ Dia (suamiku) adalah kepala keluarga yang harus kuhormati, tidak boleh seorang pun menganggap dia rendah. Itulah kesetaraan gender dalam keluarga. Saya menjadi perempuan ibu karir dan suamiku menjadi laki laki( ayah) rumahtangga. Tanpa suami yang setia, tidak mungkin saya menyelesaikan studi S2, tidak mungkin pula saya dapat mengikuti pendidikan di Kiyoto dan Saitama Ken ( Jepang) bahkan sampai ke Manheim( Jerman) , dan menjadi delegasi RI untuk program Earlychild Development , UNICEF DAN UNESCO , mulai di Singapore, Ilo ilo city ( Philipine); Bangkok ( Thailand) ; Hanoi, Chiang Rai ( Vietnam); Kuala lumpur ( malaysya) . Hampir seluruh provinsi di Indonesia sudah aku jalani dalam melaksanakan tugas sebagai penanggung jawab program pemberdayaan perempuan, masa saya tidak berdaya membangun keluarga ini menjadi bahagia dan harmonis? Aku janji Tuhan!
Seorang Bapa yang mendampingi dan mengawasi anak anak kami .Dialah suamiku yang menghantarkan anak anaknya ke sekolah, kursus, latihan paduan suara hingga anak anakkku Engkau hantarkan keliling dunia Ke Manila, (Philiphin) ,Singapore; Jerman, Amerika, Holland, menyanyi dalam paduan suara, mengikuti kompetisi nasional maupun internasional, Asean bahkan Dunia. Terima kasih Tuhan!
Anak anak kami sudah berhasil dalam pendidikan, tanpa susah payah mereka mendapatkan pekerjaan ,kini mereka telah dewasa, bahkan sudah matang dalam usia, kami sudah menikmati sebagian dari jerihpayah mereka, bahkan mereka sudah dapat menyekolahkan dirinya sendiri melanjutkan pendidikannya hingga ke strata 1. Anggaran pendidikan kami yang terbatas tidak jadi penghalang meski merka hanya sampai program diploma 3. Terima kasih Tuhan!
Kini usiaku sudah menjelang pensiun, saya merenungkan betapa kasih setia Tuhan senantiasa membimbing keluarga kami. Apa yang telah kuberikan pada Mu Tuhan? Apa yang telah dapat kami persembahkan bagi kerajaan Tuhan di dunia ini? Melalui pekerjaan dan karya kami mendapat berkatMu, rumah yang nyaman, lingkungan yang aman, kendaraan pribadi, tetangga yang semuanya saling mengenal dan ramah serta kebebasan beribadah semua enkau berikan. Terima kasih Tuhan!
Oh iya satu lagi Tuhan , saya ingat janji kami waktu membawa anak anak kami dalam babtisan kudus, Membawa dan mengajak mereka ke gereja KRISTEN PROTESTAN. Ya Tuhan saya melakukannya hingga mereka lepas sidi , masa kuliah sampai selesai kuliahnya. Mereka bertumbuh dalam iman kristiani dan ajaran protestan, tetapi sekarang harus aku akui bahwa sebagian besar waktu mereka kini dalam beribadah tidak lagi bersama sama dengan saya dan suamiku di gereja Kristen Protestan.
Salahkah saya Tuhan? Suamiku sering berkata, “ingatkan anak anak akan masa lalunya, pergi dan pulang selalu ke gereja bersama, apapun yang kita doakan , Tuhan kabulkan! Sekarang doa kita mohon agar Tuhan menunjukkan , mengirimkan pasangan hidup untuk anak anak kita, belum terjawab, usiaku hampir 67 tahun, kapan lagi kita bersama seperti dulu lagi? Iman saya merindukan kebersamaan pergi ke Gereja seperti dahulu akan terjadi, jika tidak bisa setiap minggu, sekali sebulan, atau sekali tiga bulan, bahkan sekali enambulan, sekali setahun pun, sudah jarang sekali bersama sama. Apakah Paskah tahun ini masih Tuhan izinkan kita beribadah bersama di gereja kita? Demikian keluhan suamiku. Aku mohon Tuhan!
Tuhan ! ampuni saya, tolong saya Tuhan menepati janji itu. Berilah jawab atas Doa ku ini. Terima kasih Tuhanku!AMIN
Bekasi , 28 Maret 2011

Jumat, 18 Maret 2011

Menghantarkan anak menjadi orang yang berdaya juang

MENGHANTARKAN ANAK MENJADI ORANG YANG BERDAYA JUANG
Hampir semua media televisi menayangkan peristiwa tsunami yang terjadi di Jepang bagian timur dengan kekuatan 9.0, Menurut para ahi ini adalah gempa bumi dan tsunami terparah dan terbesar di dunia. Pusat gempa tepat berada 130 kilometer (km) di lepas pantai timur kota Sendai atau 400 km di timur laut kota Tokyo pada kedalaman 24,4 km.Beberapa tahun lalu Indonesia mengalami gempa tsunami juga, tetapi tidak separah kejadian di Sendai Jepang.
Hampir semua media ,elektronik maupun media cetak menyatakan salut kepada pemerintah Jepang serta semua masyarakat Jepang menghadapi bencana hebat tersebut, kesiapan masyarakatnya, kepiawaian pemerintah Jepang memberikan semangat kepada masyarakat, himbauan himbauan bersifat motivasi dan keprihatian tak ketinggalan, lebih lagi kekompakan awak media elektronik yang tidak menayangkan semua kejadian pilu, mengerikan,dan menyedihkan, meski diperkirakan lebih dari 20 000 orang penduduk nya hilang.
Koq bisa ya?
Apa yang menyebabkan bangsa Jepang begitu tegar?apakah filsafat hidup orang jepang mempengaruhi pola pikir dan semangat juang mereka?
Saya menyalin tulisan pada milis sekolah rumah tgl 14 Maret 2011. Saya pikir relevan dengan cara bagaimana menghantarkan anak Indonesia agar memiliki daya juang dan semangat pantang menyerah….. .( bukan plagiat , benar benar saya terinspirasi membaca artikel ini)
Say YES to GAMBARU!
by Rouli Esther Pasaribu on Monday, March 14, 2011 at 10:02am.

Terus terang aja, satu kata yang bener2 bikin muak jiwa raga setelah tiba di
Jepang dua tahun lalu adalah : GAMBARU alias berjuang mati-matian sampai titik
darah penghabisan. Muak abis, sumpah, karena tiap kali bimbingan sama prof,
kata-kata penutup selalu : motto gambattekudasai (ayo berjuang lebih lagi),
taihen dakedo, isshoni gambarimashoo (saya tau ini sulit, tapi ayo berjuang
bersama-sama), motto motto kenkyuu shitekudasai (ayo bikin penelitian lebih dan
lebih lagi). Sampai gw rasanya pingin ngomong, apa ngga ada kosa kata lain
selain GAMBARU? apaan kek gitu, yang penting bukan gambaru.

Gambaru itu bukan hanya sekadar berjuang2 cemen gitu2 aja yang kalo males atau
ada banyak rintangan, ya udahlah ya...berhenti aja. Menurut kamus bahasa jepang
sih, gambaru itu artinya : "doko made mo nintai shite doryoku suru" (bertahan sampai kemana pun juga dan berusaha abis-abisan)

Gambaru itu sendiri, terdiri dari dua karakter yaitu karakter "keras" dan
"mengencangkan". Jadi image yang bisa didapat dari paduan karakter ini adalah
"mau sesusah apapun itu persoalan yang dihadapi, kita mesti keras dan terus
mengencangkan diri sendiri, agar kita bisa menang atas persoalan itu" (maksudnya
jangan manja, tapi anggap semua persoalan itu adalah sebuah kewajaran dalam
hidup, namanya hidup emang pada dasarnya susah, jadi jangan ngarep gampang,
persoalan hidup hanya bisa dihadapi dengan gambaru, titik.).

Terus terang aja, dua tahun gw di jepang, dua tahun juga gw ngga ngerti, kenapa
orang2 jepang ini menjadikan gambaru sebagai falsafah hidupnya. Bahkan anak umur
3 tahun kayak Joanna pun udah disuruh gambaru di sekolahnya, kayak pake baju di
musim dingin mesti yang tipis2 biar ngga manja terhadap cuaca dingin, di dalam
sekolah ngga boleh pakai kaos kaki karena kalo telapak kaki langsung kena lantai
itu baik untuk kesehatan, sakit2 dikit cuma ingus meler2 atau demam 37 derajat
mah ngga usah bolos sekolah, tetap dihimbau masuk dari pagi sampai sore, dengan
alasan, anak akan kuat menghadapi penyakit jika ia melawan penyakitnya itu
sendiri. Akibatnya, kalo naik sepeda di tanjakan sambil bonceng Joanna, dan gw
ngos2an kecapean, otomatis Joanna ngomong : Mama, gambare! mama faitoooo! (mama
ayo berjuang, mama ayo fight!). Pokoknya jangan manja sama masalah deh, gambaru
sampe titik darah penghabisan it's a must!

Gw bener2 baru mulai sedikit mengerti mengapa gambaru ini penting banget dalam
hidup, adalah setelah terjadi tsunami dan gempa bumi dengan kekuatan 9.0 di
jepang bagian timur. Gw tau, bencana alam di indonesia seperti tsunami di aceh,
nias dan sekitarnya, gempa bumi di padang, letusan gunung merapi....juga
bukanlah hal yang gampang untuk dihadapi. Tapi, tsunami dan gempa bumi di jepang
kali ini, jauuuuuh lebih parah dari semuanya itu. Bahkan, ini adalah gempa bumi
dan tsunami terparah dan terbesar di dunia.

Wajaaaaaaar banget kalo kemudian pemerintah dan masyarakat jepang panik
kebingungan karena bencana ini. Wajaaaaar banget kalo mereka kemudian mulai
ngerasa galau, nangis2, ga tau mesti ngapain. Bahkan untuk skala bencana sebesar
ini, rasanya bisa "dimaafkan" jika stasiun-stasiun TV memasang sedikit musik
latar ala lagu-lagu ebiet dan membuat video klip tangisan anak negeri yang
berisi wajah-wajah korban bencana yang penuh kepiluan dan tatapan kosong tak
punya harapan. Bagaimana tidak, tsunami dan gempa bumi ini benar-benar menyapu
habis seluruh kehidupan yang mereka miliki. Sangat wajar jika kemudian mereka
tidak punya harapan.

Tapi apa yang terjadi pasca bencana mengerikan ini? Dari hari pertama bencana,
gw nyetel TV dan nungguin lagu-lagu ala ebiet diputar di stasiun TV. Nyari-nyari
juga di mana rekening dompet bencana alam. Video klip tangisan anak negeri juga
gw tunggu2in. Tiga unsur itu (lagu ala ebiet, rekening dompet bencana, video
klip tangisan anak negeri), sama sekali ngga disiarkan di TV. Jadi yang ada
apaan dong?

Ini yang gw lihat di stasiun2 TV :

1. Peringatan pemerintah agar setiap warga tetap waspada
2. Himbauan pemerintah agar seluruh warga jepang bahu membahu menghadapi bencana
(termasuk permintaan untuk menghemat listrik agar warga di wilayah tokyo dan
tohoku ngga lama-lama terkena mati lampu)
3. Permintaan maaf dari pemerintah karena terpaksa harus melakukan pemadaman
listrik terencana
4. Tips-tips menghadapi bencana alam
5. nomor telepon call centre bencana alam yang bisa dihubungi 24 jam
6. Pengiriman tim SAR dari setiap perfektur menuju daerah-daerah yang terkena
bencana
7. Potret warga dan pemerintah yang bahu membahu menyelamatkan warga yang
terkena bencana (sumpah sigap banget, nyawa di jepang benar-benar bernilai
banget harganya)
8. Pengobaran semangat dari pemerintah yang dibawakan dengan gaya tenang dan
tidak emosional : mari berjuang sama-sama menghadapi bencana, mari kita hadapi
(government official pake kata norikoeru, yang kalo diterjemahkan secara
harafiah : menaiki dan melewati) dengan sepenuh hati
9. Potret para warga yang terkena bencana, yang saling menyemangati :
*ada yang nyari istrinya, belum ketemu2, mukanya udah galau banget, tapi tetap
tenang dan ngga emosional, disemangati nenek2 yang ada di tempat pengungsian :
gambatte sagasoo! kitto mitsukaru kara. Akiramenai de (ayo kita berjuang cari
istri kamu. Pasti ketemu. Jangan menyerah)
*Tulisan di twitter : ini gempa terbesar sepanjang sejarah. Karena itu, kita
mesti memberikan usaha dan cinta terbesar untuk dapat melewati bencana ini;
Gelap sekali di Sendai, lalu ada satu titik bintang terlihat terang. Itu bintang
yang sangat indah. Warga Sendai, lihatlah ke atas.

Sebagai orang Indonesia yang tidak pernah melihat cara penanganan bencana ala
gambaru kayak gini, gw bener-bener merasa malu dan di saat yang bersamaan :
kagum dan hormat banget sama warga dan pemerintah Jepang. Ini negeri yang luar
biasa, negeri yang sumber daya alamnya terbatas banget, negeri yang alamnya
keras, tapi bisa maju luar biasa dan punya mental sekuat baja, karena : falsafah
gambaru-nya itu. Bisa dibilang, orang-orang jepang ini ngga punya apa-apa selain
GAMBARU. Dan, gambaru udah lebih dari cukup untuk menghadapi segala persoalan
dalam hidup.

Bener banget, kita mesti berdoa, kita mesti pasrah sama Tuhan. Hanya, mental
yang apa-apa "nyalahin" Tuhan, bilang2 ini semua kehendakNya, Tuhan marah pada
umatNya, Tuhan marah melalui alam maka tanyalah pada rumput yang bergoyang.....I
guarantee you 100 percent, selama masih mental ini yang berdiam di dalam diri
kita, sampai kiamat sekalipun, gw rasa bangsa kita ngga akan bisa maju. kalau
ditilik lebih jauh, "menyalahkan" Tuhan atas semua bencana dan persoalan hidup,
sebenarnya adalah kata lain dari ngga berani bertanggungjawab terhadap hidup
yang dianugerahkan Sang Pemilik Hidup. Jika diperjelas lagi, ngga berani
bertanggungjawab itu maksudnya : lari dari masalah, ngga mau ngadepin masalah,
main salah2an, ngga mau berjuang dan baru ketemu sedikit rintangan aja udah
nangis manja.

Kira-kira setahun yang lalu, ada sanak keluarga yang mempertanyakan, untuk apa
gw menuntut ilmu di Jepang. Ngapain ke Jepang, ngga ada gunanya, kalo mau S2
atau S3 mah, ya di eropa atau amerika sekalian, kalo di Jepang mah nanggung.
Begitulah kata beliau. Sempat terpikir juga akan perkataannya itu, iya ya, kalo
mau go international ya mestinya ke amrik atau eropa sekalian, bukannya jepang
ini. Toh sama-sama asia, negeri kecil pula dan kalo ga bisa bahasa jepang, ngga
akan bisa survive di sini. Sampai sempat nyesal juga,kenapa gw ngedaleminnya
sastra jepang dan bukan sastra inggris atau sastra barat lainnya.

Tapi sekarang, gw bisa bilang dengan yakin sama sanak keluarga yang menyatakan
ngga ada gunanya gw nuntut ilmu di jepang. Pernyataan beliau adalah salah
sepenuhnya. Mental gambaru itu yang paling megang adalah jepang. Dan menjadikan
mental gambaru sebagai way of life adalah lebih berharga daripada go
international dan sejenisnya itu. Benar, sastra jepang, gender dan sejenisnya
itu, bisa dipelajari di mana saja. Tapi, semangat juang dan mental untuk tetap
berjuang abis-abisan biar udah ngga ada jalan, gw rasa, salah satu tempat yang
ideal untuk memahami semua itu adalah di jepang. Dan gw bersyukur ada di sini,
saat ini.

Maka, mulai hari ini, jika gw mendengar kata gambaru, entah di kampus, di mall,
di iklan-iklan TV, di supermarket, di sekolahnya joanna atau di mana pun itu, gw
tidak akan lagi merasa muak jiwa raga. Sebaliknya, gw akan berucap dengan rendah
hati : Indonesia jin no watashi ni gambaru no seishin to imi wo
oshietekudasatte, kokoro kara kansha itashimasu. Nihon jin no minasan no yoo ni,
gambaru seishin wo mi ni tsukeraremasu yoo ni, hibi gambatteikitai to omoimasu.
(Saya ucapkan terima kasih dari dasar hati saya karena telah mengajarkan arti
dan mental gambaru bagi saya, seorang Indonesia. Saya akan berjuang tiap hari,
agar mental gambaru merasuk dalam diri saya, seperti kalian semuanya,
orang-orang Jepang).
Moga moga teman temanku semua menanamkan motto Gambaru dalam mendidik anak anak kita. Agar tidak menjadi manusia cengeng, rentan dan rapuh….

Senin, 14 Februari 2011

Hal baru tentang Angka Kredit Guru (PermenPAN& RB no 16 thn 2009)

HAL BARU TENTANG ANGKA KREDIT GURU
SEBUAH ILUSTRASI

Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi mengatur tentang bagaimana agar para guru berdaya guna. Aturan pendayagunaan tersebut dituangkan dalam PERMENEG PAN&RB NO 16 TAHUN 2009
TENTANG GURU DAN ANGKA KREDITNYA
Pertanyaan saya “ mengapa tidak sejak dahulu?”, sekarang sudah terlambat … ya..dari pada tidak sama sekali , lebih baik terlambat, begitu kata peribahasa.
Dalam peraturan tersebut di atas ditegaskan bahwa jabatan fungsional guru adalah jabatan fungsional yang mempunyai ruang lingkup, tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk melakukan kegiatan mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang diduduki oleh Pegawai Negeri Sipil. (Ps 1) Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Kegiatan pembelajaran adalah kegiatan Guru dalam menyusun rencana pembelajaran, melaksanakan pembelajaran yang bermutu, menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran, menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan pengayaan terhadap peserta didik.
1. Berbeda dengan pengertian guru menurut Guru-Kula: Ensiklopedia - Guru (bahasa Sansekerta) adalah seorang guru dalam agama Hindu, Buddha atau Sikhisme. Berdasarkan pemahaman filosofis mengenai pentingnya pengetahuan, guru adalah pembimbing rohani , dalam agama sebagai saluran suci, atau cara untuk menemukan realisasi-diri. Karena itu pula “guru” dalam segala tindak laku , bicara dan kehidupannya pantas untuk di tiru. Profesional dalam tugas ke guruannya, dan integritasnya tidak perlu diragukan. Saya membayangkan kalau semua guru di Indonesia memiliki integritas , pasti korupsi tidak semerbak sekarang ini. Kenyataannya guru guru kita belum profesional, bahkan ada yang sesungguhnya belum pantas menjadi guru karena pekerjaan guru tersebut bukan “panggilan jiwa” Belum semua guru menjadi guru karena terpanggil menjadi guru. Guru guru di Indonesia masih banyak yang menjadi guru sebagai pekerjaaan ,untuk mendapatkan uang. Dapat dimaklumi kalau mereka ini tidak profesional, sebab guru yang demikian tidak merasa terbeban apabila murid muridnya tidak pandai atau tidak mampu menyerap pelajaran yang diberikan bahkan jika murid muridnya menjadi a-moral. Syukur , meskipun agak terlambat pemerintah menetapkan aturan untuk pengembangan profesi guru dan diatur sedemikian rupa agar semua guru belajar terus menerus untuk mengembangkan keprofesian guru. Dalam aturan ini dijelaskan bahwa pengembangan keprofesian berkelanjutan adalah pengembangan kompetensi Guru yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan, bertahap, berkelanjutan untuk meningkatkan profesionalitasnya. Untuk itu setiap kegiatan pengembangan profesi tersebut diberi penghargaan berupa angka kredit. Angka kredit adalah satuan nilai dari tiap butir kegiatan dan/atau akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang harus dicapai oleh seorang Guru dalam rangka pembinaan karier kepangkatan dan jabatannya. Penilaian kinerja Guru adalah penilaian dari tiap butir kegiatan tugas utama Guru dalam rangka pembinaan karier kepangkatan dan jabatannya. Semua kegiatan itu dinilai oleh Tim Penilai Angka Kredit ( TPAK)
Guru sebagai pelaksana teknis fungsional di bidang pembelajaran/bimbingan dan tugas tertentu pada semua jenjang pendidikan , mulai anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Guru adalah jabatan karier yang hanya dapat diduduki oleh Pegawai Negeri Sipil, jadi peraturan ini tidak berlaku bagi guru guru di sekolah swasta yang bukan pegawai negeri.
Tugas utama Guru adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik serta tugas tambahan yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah paling sedikit 24 (dua puluh empat) jam tatap muka dan paling banyak 40 (empat puluh) jam tatap muka dalam 1 (satu) minggu. Bagi Guru yang bertugas sebagai pembimbing atau konselor maka bimbingan dan konseling/konselor paling sedikit 150 (seratus lima puluh) peserta didik dalam 1 (satu) tahun. Seorang guru harus memenuhi tugas dan ketentan tersebut agar dapat mengumpulkan angka kredit guna kenaikan pangkat dan jabatannya.
Dalam pasal 12 peraturan MENEGPAN&RB nomor 16 tahun n2009 ditegaskan bahwa:
(1). Jenjang Jabatan Fungsional Guru dari yang terendah sampai dengan yang tertinggi, yaitu: Guru Pertama;Guru Muda;Guru Madya; danGuru Utama.
(2) Jenjang pangkat Guru untuk setiap jenjang jabatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), yaitu:
a. Guru Pertama:
1. Penata Muda, golongan ruang III/a; dan
2. Penata Muda Tingkat I, golongan ruang III/b;
b. Guru Muda:
1. Penata, golongan ruang III/c; dan
2. Penata Tingkat I, golongan ruang III/d.
c. Guru Madya:
1. Pembina, golongan ruang IV/a;
2. Pembina Tingkat I, golongan ruang IV/b; dan
3. Pembina Utama Muda, golongan ruang IV/c.
d. Guru Utama:
1. Pembina Utama Madya, golongan ruang IV/d; dan
2. Pembina Utama, golongan ruang IV/e.

(3) Jenjang pangkat untuk masing-masing Jabatan Fungsional Guru sebagaimana dimaksud pada ayat (2), adalah jenjang pangkat dan jabatan berdasarkan jumlah angka kredit yang dimiliki untuk masing-masing jenjang jabatan.
(4) Penetapan jenjang Jabatan Fungsional Guru untuk pengangkatan dalam jabatan ditetapkan berdasarkan jumlah angka kredit yang dimiliki setelah ditetapkan oleh pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit sehingga dimungkinkan pangkat dan jabatan tidak sesuai dengan pangkat dan jabatan sebagaimana dimaksud pada ayat (2).
Masalah yang membuat guru tidak berdaya adalah” mengumpulkan angka kredit” Kriteria kenaikan pangkat dan jabatan tidak mampu dipenuhi, sulit dirasakan melengkapi fortopolio, tanpa adanya pelatihan dan kegiatan kegiatan khusus guru , misalnya di KKG,MGMP atau MKKS. Sampai saat ini kemampuan pemerintah menyediakan program gratis bagi semua guru untuk meningkatkan program Pengembangan Keprofesionalan Berkelanjutan ( PKB). Menunggu berarti menghambat kenaikan pangkat yang berujung pada penghentian tunjangan profesional. Tunjangan profesi (bagi yang telah memperoleh sertifikasi guru) sering terlambat dan potongan macam macam yang membuat guru makin tidak berdaya. Kesadaran untuk menggunakan uang tunjangan profesi untuk membayar biaya pelatihan dan seminar yang dilakukan oleh lembaga swadaya masyarakat ( Salah satu program YATAP) sangat rendah karena tuntutan kebutuhan pribadi dianggap lebih mendesak. Sanksi terhadap pelanggaran peraturan MenegPAN &RB nomor 16 tahun 2009 diberlakukan mulai 2013. Pilihan ada di tangan guru , mau tunjangan profesi dihentikan atau mau mengembangkan profesi dengan biaya sendiri!
Menuju Guru Indonesia yang profesional berarti menciptakan guru terpanggil menjadi “GURU-Kula ” sebagai guru yang mampu membimbing murid muridnya bukan hanya dalam ilmu pengetahuan , melainkan juga mendalami spiritualitas yang mampu menjadikan manusia Indonesia yang Multi Cerdas.

Minggu, 13 Februari 2011

Pengembangan Profesi Berkelanjutan (PKB) terobosan baru.

Pengembangan Profesi Berkelanjutan (PKB)
Guru ,syarat mutlak untuk kenaikan pangkat dan jabatan.
Dewasa ini profesi guru mulai banyak diminati masyarakat. Pemerintah juga terus menerus berupaya untuk mengangkat harkat dan martabat guru serta giat-giatnya memperhatikan kesejahteraan guru dengan diberikannya tunjangan profesi pendidik. Sesuai dengan Peraturan Menteri Kementerian Pendidikan nasional no. 10 tahun 2009 tertanggal 2 Maret 2009 tentang sertifikasi guru, kebijakan nasional dalam bidang pendidikan mensyaratkan guru sebagai tenaga professional di sekolah perlu memiliki sertifikasi tenaga pendidik. Kepemilikan sertifikasi ini sangat berdampak positif bagi guru karena diberikannya tambahan tunjangan profesi yang jumlahnya cukup memadai ( 100 % gaji pokok) .
Seiring dengan pemberian tunjangan profesi tersebut , tuntutan terhadap guru agar meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan merupakan kewajiban guru. Apabila hal ini diabaikan maka akan berpengaruh kepada penilaian kinerja guru. Hasil penilaian kinerja menentukan jumlah angka kredit guna kenaikan Jenjang pangkat Guru . Tuntutan terhadap kualifikasi guru dipertegas lagi dengan peraturan menteri negara pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi nomor 16 tahun 2009 tentang jabatan fungsional guru dan angka kreditnya .
Kompetensi guru ini akan dinilai secara terus menerus , dilakukan melalui penilaian portofolio dalam bentuk dokumen tentang kualifikasi akademik, pendidikan dan pelatihan, pengalaman mengajar, perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, penilaian dari atasan dan pengawas, prestasi akademik, gagasanpengembangan profesi, keikutsertaan dalam forum ilmiah, pengalaman organisasi di bidang kependidikan dan sosial, dan penghargaan yang relevan dengan bidang pendidikan.
Bagi sebagian besar guru tidaklah mudah untuk memperoleh portofolio/ dokumen yang dipersyaratkan itu. Jika guru tidak disiapkan secara professional, mustahil guru mampu memperoleh sertifikasi guru dan kenaikan golongan dan pangkat dengan mulus.
Saya mengajak guru guru untuk melangkah dari membuat berbagai catatan pengalaman mengajar , kemudian mengolah catatan tersebut agar dapat mewujudkan suatu gagasan inovatif yang dapat meningkatkan kualitas dan proses belajar mengajar di kelas.
.
Saya berpikir bagaimana agar semua guru mampu mempertahankan sertifikasi dan memperoleh kenaikan pangkat dan jabatannya secara wajar, tanpa kesulitan menyusun portofolio misalnya.
Pemikiran ini saya bagikan kepada teman teman di Yayasan Tabitakum Parompuan (YATAP) , sebuah yayasan yang kami dirikan untuk membantu pemerintah melaksankan pendidikan non formal. Tahun 2011 kami akan melakukan terobosan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan di Kabupaten/kota di Jawa Barat ( prioritas) untuk menambah wawasan guru melalui seminar seminar berkelanjutan. Dalam seminar ini peserta dibekali dengan cara cara tentang bagaimana menyiapkan proposal, instrument, ujicoba instrument, beberapa siklus tindakan kelas, pengambilan data, pengolahan data, penyusunan laporan studi, teknik publikasikan gagasan inovatif kedalam jurnal kependidikan. Melakukan penelitian tentang apa yang sehari-hari dilakukan oleh seorang guru yang akhirnya dapat menghasilkan suatu gagasan yang disebut gagasan inovatif. Selain itu kami mengajak atau memotivasi guru yang masih enggan mengadakan penelitian tindakan kelas karena berbagai alasan untuk dapat mengembangkan kreativitas dan potensi siswa yang ada di kelasnya serta merangsang pikiran guru untuk berbagai inovasi antara lain sebagai berikut :
1. Memotivasi guru untuk memenuhi kriteria kegiatan penilaian kinerja professional guru yang diwajibkan .
2. Memberikan pemahaman tentang konsekwensi jabatan fungsional guru
3. Memberikan pembekalan tentang ciri dan tahapan mewujudkan gagasan inovatif.
4. Memberikan pemahaman pada guru akan kebermanfaatan gagasan inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah
5. Memberi inspirasi guru agar dapat membuat sendiri laporan penemuan gagasan inovatif.
6. Berbagi pengalaman dalam Lomba Keberhasilan Guru Dalam Penulisan Karya Ilmiah
Untuk kegiatan ini kami mengemas nya dalam bentuk seminar dengan Tema
„MENGGAGAS KARYA ILMIAH PEMBELAJARAN INOVATIF MENUJU GURU PROFESIONAL“
Kegiatan ini bermanfaat untuk meningkatkan kompetensi profesional guru melalui karya inovatif yang digagas melalui pengalaman mengajar di kelas. Peningkatan tersebut dicapai melalui beberapa tahapan, (1) mengidentifikasi permasalahan pembelajaran , (2) merencanakan model perbaikan kegiatan pembelajaran , (3) menguji cobakan model kegiatan pembelajaran (4) menerapkan gagasan inovatif dalam kegiatan pembelajaran secara konsisten, (5) menuliskan laporan hasil gagasan inovatif, (6) memprakarsai dan mensosialisasikan karya inovatif . Dari serangkaian kegiatan tersebut, diharapkan guru menjadi profesional dalam bidangnya dan dapat menjadi nara sumber dalam forum pertemuan dan kelompok kerja professional serta penulis dalam jurnal dan buletin pendidikan.
Ruang lingkup bahasan materi Seminar meliputi :
1. Motivasi pengembangan keprofesian pribadi berkelanjutan
2. Kebijakan Pemerintah dalam pengembangan profesi Guru
3. Kinerja profesional guru menghasilksn karya inovatif
Kegiatan perdana kami akan diselenggarakan di Kabupaten Bekasi pada
Hari/tangggal : Sabtu, Tanggal 5 Maret 2011
Waktu : 09.00 – 16.00
Tempat : Gedung , Sucofindo
Jln Artileri Jln Raya Cibitung , Bekasi
Jika Anda berdomisili di Kabupaten Bekasi silakan bergabung, daftarkan segera apabila Anda memenuhi kriteria sbb:
a. Guru SD, SMP/sederajat , SMA/sederajat
b. Golongan sekarang minimal IIIA
c. Bersedia dan aktif sebagai anggota kelompok kerja tenaga kependidikan (KKG,MGMP, MKKS, KKPS)
d. Mengisi Formulir biodata sesuai dengan dokumen pengangkatan PNS
e. Bersedia memberikan investasi sebesar Rp. 150.000 ( seratus lima puluh ribu rupiah) untuk penyelenggaraan , ditransfer ke rekening penyelenggara dengan alamat : BRI Cabang Sentral Niaga Kalimalang Bekasi dengan Nomor Rekening : 0529-01-006283-50-7 Atas nama Yayasaan Tabitakum Parompuan
f. Tempat terbatas, pendaftaran ditutup tanggal 28 Febuari 2010 dengan melampirkan bukti transfer biaya penyelenggaraan.
g. Peserta yang mendaftar saat “ hari H” hanya diperuntukkan bagi yang bersedia membayar biaya Rp. 250 .000 ( duaratus lima puluh ribu rupiah) tunai di tempat pendaftaran.
h. Mendapat makan satu kali snack
i. Memperoleh seminar Kit, ( Tas, bolpoint, fotokopi makalah bahan persentasi nara sumber
j. Sertifikat di tandatangani Ka. Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi
k. Terdaftar dalam data base program Pengembangan Diri Berkelanjutan pada Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi
Pasca seminar dibuka pendaftaran bagi guru yang membutuhkan bimbingan konsultasi penulisan . Para pembimbing profesional dalam bidang karya tulis ilmiah . Biaya bimbingan selama minimal enam bulan, maksimal sembilan bulan dibebankan kepada peserta.
Seminar ini pasti menjanjikan kualitas dan profesi bagi peserta, selain materi yang akan disajikan relatif baru bagi para guru, para narasumber sudah berpengalaman menjadi pembicara dalam acara peningkatan kualitas guru di seluruh Indonesia.

Selasa, 08 Februari 2011

Stimulasi kecerdasan anak usia 9,1 bulan -12 bulan

4. Stimulasi Tumbuh Kembang Untuk Usia 9,1 sampai < 12 bulan
Tidak semua bayi pertumbuhannya sama, ada indikator umum yang dapat diamati sesuai pertumbuhan dan perkembangan bayi. Pada usia sembilan bulan bayi sudah mengembangkan kecerdasan fisknya, menarik-narik semua benda yang terjangkau olehnya, berjalan dengan meniti dan berpegang pada benda benda sekitarnya, kadang kadang melepaskan pegangannya berjalan tanpa bantuan dan jika dituntun ia sudah dapat menendang nendang bola ( plastik atau sejenis) yang dihadapannya.
Demikian pula dengan pertumbuhan motorik halus, bayi sudah mampu menggaruk garuk kepala, mengetuk ngetukkan mainan, memegang biskuit, potongan /siungan buah jeruk dan memasukkannya ke dalam mulut, memegangi botol susu sambil minum dan memasukkan sendiri makanan atau benda lainnya ke dalam mulutnya. Bayi sudah mampu memahami perintah sederhana, misalnya “salam... kiss buy.. daag..daagg.. tepuk “ dan sebagainya. Bayi seusia ini mulai mengerti akan namanya jika di panggil ia akan menoleh, nama panggilan seperti mama.bapa, eyang, nenek dan lainnya. Jika bermain dengan bayi seumur ini coba sembunyikan mainannya, maka ia akan bereaksi dengan mencari cari , permainan cilukk,bha..makin disukai, permainan buka- tutup benda benda ,cangkir, mangkok ,membuka dan memasangkannya semua merupakan permainan yang mengasyikkan bagi bayi seumur ini. Pada saat kita berbicara dekat bayi , ia akan merekam pembicaraan kita semuanya dan apa yang direkam akan tersimpan dalam memori otak namun belum dapat diungkapkannya. Hati hati jangan sampai ucapan dan perkataan yang kurang senonoh terucap didengarkan oleh bayi, jika ingin anak menjadi orang yang memiliki perbendaharaan yang sopan dan santun.
Usia 9 bulan sampai `12 bulan merupakan masa perkembangan bahasa yang sangat baik untuk membiasakan panggilan terhadap sesuatu, misalnya menjelaskan nama nama orang, kakak, Oma, Opa, Bibik , nenek; menjelaskan nama nama hewan kucing, cicak, anjing, sapi, ayam dan sebagainya. Ajarkan kepada bayi nama panggilan yang sesungguhnya agar ia mengucapkannya dengan benar dan berusaha menirukan panggilan tersebut. Karena alat ucap bayi yang belum sempurna maka ia akan menirukan ucapan dengan sepotong sepotong kata, bukan bererti ia tidak mengerti jika kita menyebutkannya dengan benar. Misalnya jika kita menyebutnya sendok, dan bayi menirukan dengan kata ndok.. biarkan bayi menyebut demikian, sementara kita harus mengucapkannya dengan benar”sendok” ; jika bayi menyebutkan mimi yang dimaksudkan minum, sebaiknya kita jawab dengan “minum” sambil memberikan minuman yang dimaksudkan. Hindarilah memberikan julukan julukan nama kepada orang orang sekeliling bayi, khususnya kepada si Bayi. Panggillah nama sesungguhnya, meski badannya kurus atau gemuk, tidak baik memanggilnya si Krempeng atau si Gendut, jika hidungnya pesek atau mancung tidak baik memanggilnya si Pesek atau si Mancung, demikian pula jika kulitnya putih jangan dipanggil menjadi si Bule atau jika kulitnya hitam mengubah panggilannya menjadi si Hitam atau Negro,pada hal nama asli yang telah Anda pilih baginya sudah ada umpamanya Betty atau Gustaf.
Hati hatilah menanggapi respon emosional bayi, ia akan menempelkan kepalanya kedadamu jika ia merasa nyaman, dan atau meronta dari pelukan orang yang belum dia kenal baik karena ia merasa tidak nyaman. Latihlah bayi mengungkapkan perasaan sayangnya dengan mencium, memeluk, membelai dan latih juga menolak sesuatu yang tidak disukainya dengan cara halus misalnya menggelengkan kepala, melambaikan gerakan tangan atau jari telunjuknya sambil mengucapkan “ tidak mau, tidak boleh, jangan sebagai kata larangan ” .JIka memberi makan, ajar anak berdoa mengucap syukur dan mohon berkat Tuhan atas makanan dan minuman. Misalnya" Terima kasih Tuhan atas makanan dan minuman, berkatilah guna pertumbuhanku" Amin
Pembiasaan sedini mungkin akan membantu bayi mengungkapkan pikiran dan kemampuannya dengan baik dan secara perlahan akan membantu kecerdasan emosi, fisikal dan spiritualitasnya kelak.